CATATAN Ke-2
~ Mari Berjilbab Wahai Wanita Muslim ~
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jilbab dan kerudung sepertinya menjadi musuh tersendiri untuk para perempuan yang hidup di zaman sekarang ini. Perempuan yang menolak menggunakan kerudung biasanya beranggapan bahwa kerudung itu dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Padahal pada jaman Flinstone hidup pun mereka tidak menggunakan kerudung, apakah itu tidak lebih kuno?
Setelah dianggap kuno, kerudung juga dianggap tidak gaul. Kita ini ingin disebut anak gaul atau menaati perintah Allah swt? Atau mereka memiliki pemikiran seperti ini, kerudung itu hal kecil dan tidak perlu dipermasalahkan.
Nah, masalah besar itu awalnya masalah kecil yang diremehkan dan terus - menerus ditumpuk hingga akhirnya bisa meledak. Bisa jadi, yang penting hati kita baik itu pun sudah cukup. Tidak penting kerudung selebar apa, itu hanya masalah fisik semata. Tapi, toh yang tidak berkerudung pun setiap minggu pergi ke salon, belum lagi menggunakan make-up tebal. Bukankah itu fisik juga?
Terkadang, perempuan berkerudung itu belum tentu baik apalagi yang tidak memakai
kerudung? Mereka beralasan dengan para perempuan yang memakai kerudung itu masih bisa mencuri, sangat tidak logis karena yang tidak berkerudung pun banyak yang hobinya
mencuri.
Sebelum memakai kerudung, alangkah baiknya kalau kita memakaikan kerudung untuk hati kita, supaya jadi baik hati. Ciri hati yang baik adalah memakai kerudung dan menutup aurat.
Timbul pertanyaan lagi, bagaimana jika memakai kerudung tapi masih maksiat? Nanti dosanya berlipat. Coba dipikirkan lagi, justru jika tidak memakai kerudung kemudian berbuat maksiat dosanya ++ malah.
Berkerudung membuat sulit berekspresi dan tidak bebas. Kalau begitu, lipstick, sanggul dan ke salon berarti membuat diri kita bebas begitu? Kalau berkerudung nanti dibilang fanatik dan ekstrimis, padahal kita sudah fanatik dengan paham sekuler dan sangat ekstrim dalam membantah perintah Allah swt.
Takut tidak disukai kaum Adam. Karena berkerudung, susah laku dan menjadi perawan tua. Itukah masalahnya? Bukankah banyak juga yang berkerudung bahkan telah menikah? Tapi kalau calon suami tidak suka jika kita memakai kerudung. Berarti lelaki itu tidak layak untuk menjadi imam, karena dia tidak taat kepada Allah di depanmu, siapa yang akan menjamin jika di belakang kita dia jujur?
Susah mencari pekerjaan, banyak bos yang tidak suka dengan dandanan ala arab seperti ini? Lalu, akan membantah perintah Allah demi pekerjaan, sebenarnya siapa yang memberi kita rezeki? Allah swt atau bos? Kita juga tidak diperbudak oleh budaya arab, ini sebuah simbol ketaatan kepada Allah swt. Karena bangsa arab tidak ada yang menggunakan jilbab atau kerudung.
Agama ini terlalu sempit, hanya melihat perempuan dari kerudung dan jilbab. Bukankah sekularisme, yang memisahkan agama dari unsur kehidupan juga hanya melihat perempuan dari paras dan lekuk tubuh? Jilbab itu hanya simbol penindasan laki - laki terhadap perempuan, yang mengadakan acara miss universe dan melarang memakai jilbab siapa ya? Laki - laki juga.
Biasanya setelah itu, perempuan tidak ingin ada siapapun yang ikut campur dalam hal gaya berpakaian. Sayangnya, tayangan televisi, majalah, ataupun sinetron secara tidak sadar telah mengendalikan gaya berpakaian perempuan. Belum lagi, memakai kerudung itu membuat kulit kepala panas, ketombe bermunculan, pusing juga ikut menemani. Kata siapa? Jutaan orang di dunia menggunakan kerudung, tetapi tidak ada satupun yang mengeluhkan hal itu. Itu hanya mitos dan isu semata. Berkerudung itu tidak dibutuhkan pengalaman yang lama, seperti saat akan melamar pekerjaan karena berkerudung itu seperti menikah.
Pengalaman tidak diperlukan maka keyakinan dalam hati akan menyusup dalam
kalbu. Begitu juga dengan masalah kesiapan, kerudung tidak butuh kesiapan. Mau menunggu kesiapan datang? sampai kapan? Maut yang menjemput tidak akan bertanya terlebih dahulu tentang kesiapan kita.
Belum siap karena nanti ibu kita berkata “Kamu terlalu fanatik, nak.” Coba
tuturkan dengan lembut kepada ibu jika tanda cinta kita kepada-Nya adalah menaati perintah Allah swt dan menjauhi Larangan-Nya.
Bagaimana dengan aktifitas nongkrong, clubbing, dan gossip karena tidak mungkin melakukan hal itu dengan pakaian yang menutup aurat. Itu perubahan yang baik, kenapa harus kita tolak kehadirannya? Masih saja ada yang berpikiran jika berkerudung itu tidak wajib. Lalu, untuk apa Rasulullah saw memerintahkan kewajiban itu terhadap seluruh perempuan muslim di dunia? Keyakinan dan kesiapan kita untuk berkerudung bukan datang begitu saja. Hidayah memang hak mutlak yang Allah miliki, tetapi ada wujud nyata yang harus kita lakukan. Lebih bertaqarrub lagi kepada-Nya supaya hidayah cepa tergapai. Karena saat kita melangkah satu jengkal saja, maka Allah swt akan mendekat satu depa dengan kita. Apalagi jika satu depa, maka Allah swt akan lebih mendekat dari langkah yang kita miliki.
Tunggu apalagi? Mari Berjilbab. Karena umur yang kita miliki tidak kita ketahui sampai mana batasnya. Mari kita bersama - sama ubah cara pemikiran kita. Jika kita Muslim sejati, maka taati lah perintah Allah swt, bukan malah menolaknya.
Ingat!! Rezeki, Jodoh, Harta, Tahta, Nyawa itu sudah di atur dengan sedemikian rupa oleh Allah swt. Tinggal bagaimana kita saja yang menjalani Kehidupan ini.
Semoga Kutipan ini bermanfaat untuk teman - teman. Jika kamu yakin dengan Agama Allah swt, Jangan lupa untuk menggunakan Jilbab. Karena Aurat wanita itu dari atas kepala hingga kaki, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan jangan lupa baca juga catatan yang lainnya.
Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.
وَالسَّلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Penulis : Ferliana Monica Sari